Pakaian Tradisional Papua Terinspirasi oleh Pemakainya

    Home/Umum / Pakaian Tradisional Papua Terinspirasi oleh Pemakainya
Pakaian Tradisional Papua Terinspirasi oleh Pemakainya

Pakaian Tradisional Papua Terinspirasi oleh Pemakainya

Posted in Umum inno 0

Pakaian Tradisional Papua

Pakaian adat papua

Baik pria maupun wanita dari Papua mengenakan pakaian tradisional dengan aksesoris sebagai pelengkap. Pakaian tradisional Papua memiliki beberapa nama atau jenis tergantung pada pemakainya. Untuk informasi lebih lanjut, lihat gambaran umum berikut:
1. Koteka, pakaian tradisional pria

Pakaian tradisional Papua

Suku-suku asli Papua memberi kita pandangan unik. Tidak hanya keindahan alam mereka, tetapi juga pakaian yang mereka kenakan setiap hari.

Ketika seorang pria umumnya menggunakan pakaian dan celana panjang yang rapi dan tertutup, tetapi tidak dengan pria di Papua. Mereka tidak memakai pakaian sama sekali dan karena itu terlihat seperti telanjang. Namun, ternyata mereka mengenakan pakaian tradisional Papua yang disebut koteka.

Koteka digunakan untuk menutupi alat kelamin laki-laki atau alat kelamin. Koteka sendiri memiliki arti pakaian dan nama ini digunakan oleh suku di pantai. Unik bahwa nama Koteka sangat berbeda tergantung pada suku. Misalnya, suku-suku di Pegunungan Jayawijaya memanggil Koteka dengan nama holim atau horim.
Pakaian tradisional Maluku

Koteka terbuat dari labu air kering tua dan kemudian dibuang di dalamnya (biji dan bubur kertas). Proses pengeringan labu yang lama tidak dimaksudkan untuk membusuk dengan cepat sehingga dapat digunakan sebagai bahan Koteka. Mereka memilih labu tua karena buahnya memiliki konsistensi yang lebih keras dan karena itu lebih tahan lama daripada labu muda.

Tidak hanya itu, penggunaan Koteka juga bervariasi. Beberapa menggunakan koteka panjang untuk orang Yali dan dua koteka untuk orang Tiom. Koteka memiliki bentuk lengan baju yang terbentang di depan dan diikat di pinggang untuk mengarah ke atas. Selain itu, ukuran Koteka sangat bervariasi. Semakin tinggi posisi pria dalam hubungannya dengan kebiasaannya, semakin besar ukuran koteka yang dia kenakan.

Mereka menggunakan Koteka setiap hari, tidak hanya pada acara-acara tertentu. Namun demikian, ada beberapa perbedaan:

Koteka, yang dikenakan saat acara-acara tradisional, memiliki ukuran lebih panjang dengan ukiran etnis Papua.
Koteka yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari atau di tempat kerja memiliki ukuran lebih pendek dengan desain yang lebih sederhana.

2. Jumbai, pakaian tradisional wanita

Kostum Papua

Ketika pria Papua menggunakan Koteka, mereka berbeda dari wanita Papua. Mereka memakai jumbai sebagai pakaian. Rok rumbai ini adalah pakaian tradisional wanita Papua dalam bentuk rok dan terdiri dari daun sagu kering dan digunakan untuk menutupi bagian tubuh bagian bawah.

Bahkan, jumbai dikenakan tidak hanya oleh wanita tetapi juga oleh pria pada kesempatan tertentu.

Seperti pakaian tradisional pria, wanita Papua tidak mengenakan atasan. Meski demikian, mereka membuat tato atau lukisan yang berpakaian tubuh bagian atas. Motif juga bervariasi dengan fitur Papua dalam hal flora dan fauna.

Penggunaan jumbai tidak lengkap kecuali jika Anda menggunakan aksesori yang tepat. Mereka membuat hiasan kepala yang terbuat dari serat kelapa, bulu singkong dan daun sagu kering. Jadi mereka terlihat menggemaskan sambil melihat.
Pakaian tradisional Riau
3. Sali, pakaian wanita tradisional lajang

Kostum Papua

Perempuan Papua memiliki pakaian tradisional yang berbeda antara mereka yang menikah dan mereka yang lajang. Untuk wanita Papua lajang, mereka mengenakan pakaian khusus yang menarik. Pakaian tradisional ini disebut Sali. Pakaian ini terdiri dari kulit pohon.

Namun, warna yang diperoleh dari kulit pohon ini harus berwarna cokelat. Karena Sali hanya untuk wanita lajang, mereka yang menikah dianggap tidak layak untuk mengenakan pakaian itu.
4. Pakaian tradisional domestik Yokai

Kostum Papua

Ketika Sali adalah pakaian Papua untuk wanita lajang, dia berbeda dari Yokai. Yokai adalah pakaian tradisional yang hanya ditemukan di Papua Barat dan sekitarnya, dan hanya dapat ditemukan di pedesaan Papua.

Pakaian ini seharusnya hanya dipakai oleh wanita yang sudah memiliki keluarga. Yokai memiliki warna coklat kemerahan terang. Kemeja ini juga merupakan simbol pecinta alam Papua. Jadi jangan kaget kalau pakaian ini tidak bisa diperdagangkan.
Asesoris untuk pakaian tradisional dari Papua

Kostum Papua

Selain pakaian tradisional, ada juga aksesoris yang digunakan sebagai pelengkap untuk memperindah masyarakat Papua. Berikut adalah beberapa aksesoris yang dapat ditemukan pada gaun tradisional Papua ini:

Gigi anjing dan gigi babi. Gigi anjing digunakan sebagai kalung, sedangkan gigi babi digunakan pada n

Sumber dari : https://santinorice.com